Jika Sepulsa Mate memiliki tanah, ada baiknya kamu mempunyai sebuah bukti kepemilikan tanah yang disebut sertifikat tanah. Kamu mungkin belum melihat pentingnya memiliki sertifikat tanah pada jarak pendek namun sangat membantu dalam jangka panjang. Jika kamu sudah memiliki sertifikat tanah atas tanah yang kamu miliki, maka ini bisa menjadi bukti kuat yang bisa melindungi kamu ketika ada pihak yang mengklaim kepemilikan atas tanahmu.

Adapun jenis-jenis sertifikat tanah yang harus kamu ketahui yaitu Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB), dan Sertifikat Hak Milik (SHM). Hanya Sertifikat Hak Milik yang bisa dimiliki oleh Warga Negara Indonesia.

Cara pengurusan tanah tidak sesulit yang kamu bayangkan. Kamu hanya perlu menyiapkan beberapa dokumen penting yang mendukung bukti kepemilikan kamu atas tanah tersebut lalu membawanya ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau kantor perwakilan BPN wilayahmu. Setelah itu, BPN akan mengecek kondisi fisik tanah seperti luasnya beserta batasnya. Lebih lanjut, Sepulsa akan berbagi informasi mengenai cara mengurus sertifikat tanah secara lengkap yang meliputi cara mengurus sertifikat tanah biasa dan tanah girik.

Inilah Cara Mengurus Sertifikat Tanah

Membuat Sertifikat Tanah

Cara Mengurus Sertifikat Tanah
Sertifikat Tanah via Duit Pintar

1. Dokumen Pengurusan Sertifikat Tanah

Sebelum kamu melangkah ke Badan Pertanahan Nasional untuk membuat sertifikat tanah, kamu harus menyiapkan sejumlah dokumen yang diperlukan yaitu:

  • Sertifikat Asli Hak Guna Bangunan (SHGB)
  • Fotokopian Izin Membangun Bangunan (IMB)
  • Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB)
  • Surat Pernyataan Kepemilikan lahan
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Kartu Keluarga (KK)

2. Mengunjungi Kantor Badan Pertanahan Nasional

Bawalah 6 dokumen penting diatas ke kantor BPN di wilayah kamu berada. Isilah formulir pembuatan sertifikat tanah. Serahkan formulir ke petugas BPN dan buatlah janji untuk mengukur tanahmu.

3. BPN Mengeluarkan Sertifikat Tanah Hak Milik

Setelah petugas BPN mengukur tanahmu, kamu akan mendapatkan Surat Ukur Tanah. Bawalah Surat Ukur Tanah ini ke petugas di BPN untuk melanjutkan pemrosesan sertifikat tanah. Selanjutnya, kamu akan membayar Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan sambil menunggu sertifikat tanah.

Lama pengurusan sertifikat tanah berkisar dari 6 bulan hingga 1 tahun. Disamping itu, kamu harus memastikan ke petugas BPN mengenai tanggal pasti Sertifikat Tanah Hak Milik-mu akan terbit.

 

Mengurus Surat Tanah Girik

cara mengurus sertifikat tanah
Sertifikat Tanah Girik via Elshinta

Jika kamu mempunyai sebuah tanah dan ingin mengurus jenis sertifikat tanah girik, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut.

Pertama-tama, kamu harus tahu terlebih dahulu apa itu tanah girik. Tanah girik merupakan sebuah tanah yang berupa warisan atau turun temurun dari kakek atau nenek yang belum pernah disahkan dalam bentuk sertifikat.

1. Dokumen pengurusan Sertifikat Tanah Girik

Dokumen yang dibutuhkan untuk membuat Surat Tanah Girik di BPN, sebagai berikut:

  • Akta jual beli tanah
  • Fotokopi girik kamu
  • Dokumen yang diterbitkan oleh kelurahan atau desa. Contohnya; Surat Keterangan Tidak Sengketa, Surat Keterangan Riwayat Tanah, dan Surat Keterangan Tanah secara Sporadik.
  • Pajak Bumi dan Bangunan
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)

2. Mengurus dokumen di kelurahan wilayahmu

kelurahan
kelurahan

Kalau kamu belum mempunyai dokumen yang diterbitkan oleh kelurahan atau desa untuk pengurusan sertifikat tanah girik, kamu harus mengurusi dokumen tersebut di kelurahan.

Surat Keterangan Tidak Sengketa

Pertama-tama, kamu harus mempunyai bukti bahwa tanahmu bukan tanah sengketa dan kamu adalah pemilik yang sah. Pengurusan Surat Keterangan Tidak Sengketa memerlukan sejumlah tanda tangan dari masyarakat RT, RW dan tokoh masyarakat. Kalaupun wilayahmu tidak ada RT ataupun RW maka kamu memerlukan tanda tangan dari tokoh masyarakat. Tanda tangan ini diperlukan sebagai bukti persetujuan bahwa tanah yang kamu urus tidak memiliki sengketa.

Surat Keterangan Riwayat Tanah

Setelah itu, kamu memerlukan Surat Keterangan Riwayat Tanah yang menjelaskan riwayat penguasaan tanah sejak pencatatan pertama kali di kelurahan hingga saat ini. Termasuk juga jika ada riwayat peralihan tanah sebagian atau sepenuhnya.

Surat Keterangan Tanah secara Sporadik

Terakhir, kamu memerlukan Surat Keterangan Tanah secara Sporadik yang menjelaskan tanggal penguasaan atau perolehan tanah.

3. Mengurus Dokumen di kantor BPN

BPN
BPN

Mengajukan permohonan sertifikat

Serahkan dokumen yang diperlukan untuk mengurus sertifikat tanah girik ke petugas di kantor BPN. Buatlah janji dengan Petugas BPN untuk melakukan pengukuran tanahmu.

Petugas BPN melakukan pengukuran ke lokasi tanahmu

Petugas BPN datang ke tanahmu dan mengukur luas tanah beserta memerhatikan batas-batas tanah.

Pengesahan Surat Ukur

Setelah Petugas BPN selesai mengukur tanahmu, mereka akan memberikanmu Surat Ukur yang berisi pemetaan tanahmu dan biasanya ditandatangani oleh kepala seksi pengukuran dan pemetaan BPN.

Penelitian petugas dan lurah setempat dan mendapatkan hasil data yuridis

Proses selanjutnya berupa penelitian petugas dan lurah setempat terhadap tanahmu. Setelah mereka meneliti, mereka akan memberikan sebuah hasil data yuridis. Kamu akan mendapatkan hasil data yuridis 60 hari setelah penelitian dilakukan.

Hasil data yuridis ini berguna sebagai penjamin permohonan hak tanah ini tidak mendapatkan keberatan dari pihak lainnya.

Keluarnya SK Hak Atas Tanah

Setelah menunggu, Petugas BPN akan mengeluarkan SK Hak Atas Tanah. Lalu, kamu akan mendapatkan Sertfiikat Hak Milik (SHM).

Bayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan

Sebagai bagian dari proses penerbitan Sertifikat Tanah, kamu akan membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan yang disesuaikan dengan luas yang tercantum di Surat Ukur. Besar nilai Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan tergantung dari Nilai Jual Objek Pajak dan luas tanah. Oh ya, kamu juga sudah bisa membayar Bea ini saat surat ukur sudah diterbitkan.

Pendaftaran SK untuk penerbitan Sertifikat Tanah Girik

Langkah selanjutnya adalah penerbitan sertifikat pada bagian Pendaftaran Hak dan Informasi (PHI). Tanyakan ke petugas BPN mengenai tanggal tepatnya Sertifikat Tanah Girikmu akan terbit dan siap diambil

Pengambilan Sertifikat Tanah Girik

Ini merupakan langkah terakhir pengurusan Sertifikat Tanah Girik. Lama terbitnya Sertifikat Tanah Girik biasanya 6 bulan. Setelah waktu terbit Sertifikat Tanah Girikmu tiba, saatnya kamu mengambilnya di loket pengambilan.

Ketika sudah tahu cara mengurus sertifikat tanah, rasanya mudah untuk dilakukan walaupun perlu menunggu waktu yang cukup lama hingga sertifikat tanah terbit dari BPN.

Selain melalui BPN, kamu bisa mengurus sertifikat tanah melalui notaris (PPAT) akan tetapi prosesnya akan lebih panjang dan mahal dibandingkan kamu mengurus sendiri.

Sedikit tips nih Sepulsa Mate, saat kamu membeli tanah sebaiknya kamu perhatikan beberapa hal seperti apakah tanah tersebut merupakan tanah sengketa, kelengkapan dokumen yang menerangkan tanah tersebut dan periksa keabsahan (keaslian) dokumen ke jasa PPAT yang nanti akan memeriksanya ke kantor BPN.

Jika kamu melanjutkan untuk membeli tanah, melakukan permohonan Akta Jual Beli (AJB) yang dikeluarkan oleh PPAT. AJB ini berguna sebagai balik nama sertifikat tanah yang kamu ajukan ke kantor BPN.